Kisah bahagia———>kisah sedih ————–> kisah……………………

Sabtu malam, 12 Februari 2005, aku berkenalan tepatnya bukan berkenalan tapi…………….ah gak tahulah apa itu namanya. yach anggap aja perkenalan dengan seorang pria yang bernama O. Shomantri. Dia hadir melalui dunia yang gak nyata, yakni Internet. Tapi gak tahu kenapa aku sangat senang melihatnya, berkenalan dengannya setelah ia kirim email pertama utkku. aku semapt terkejut, apakah memang ini wajahnya. gak tahu kenapa aku sangat suka melihat dia dan ada keyakinan buat aku bahwa dia itu NYATA bukan MIMPI

Dia bercerita akan kekasih hatinya yang telah mendahuluinya utk bertemu dengan Sang Khalik. Aku sempat nangis sewaktu membaca kisah cintanya dengan orang yang namanya hampir sama denganku yakni DARWATI.dari kisahnya aku sempat terpetik akan 1hal, yakni begitu tulusnya dan betapa kuatnya cinta seorang wanita terhadap pria yang dicintainya. Dia rela melakukan apa saja walaupun itu harus melawan kedua ortunya. tapi sayang, sang kekasih tidak mau menerima pengorbanan itu sehingga si wanita hanya bisa memendamnya dengan sebuah komitmen pilihan CINTAKU AKAN KU PERTAHANKAN HANYA UTK O. SHOMANTRI DAN TIDAK AKAN AKU BERIKAN PADA SIAPAPUN HINGGA AJAL MENJEMPUTKU.

Aku bahagia banget mengetahui kisah ini, dan aku menjadikan motivasi buat aku utk bisa mempertahankan cintaku kelak terhadap pria yang aku harapkan menjadi pendamping hidupku.

Komunikasi via email, surat terjadi di antara kami hingga via HP. aku senang berteman dengannya bahkan saat itu ada sedikit pengharapan, aku dan dia bisa menjalin kasih dan hidup bersama dalam naungan RT. aku hanya berusaha utk menepisnya karena aku ini orang biasa aja. Dan dalam pandangan aku, orang bandung itu pastinya gak akan sembarangan dalam memilih pasangan hidupnya. Pastinya kudu pinter karena buat aku orang2 yang tibnggal di pulau Jawa itu kebanyakan orang pinter.

Ternyata gayung bersambut, dia mau menjalin kasih dengan aku. aku bahagia banget. Walau itu hanya melalui email, chat, telp. Bahkan waktu itu aku berusaha utk punya HP yang padahal harganya sesuai dengan gaji aku 1bln. aku sengaja bela2in karena aku gak mau komunikasi kami hanya melalui email dan chat saja. aku ingin selalu mendapatkan perhatiannya setiap saat. makanya aku bela2in utk punya HP. Alhamdulillah jalan utk aku bisa berkomunikasi dengannya selalu lancar. walau dana yang harus aku keluarkan cukup besar, aku gak peduli karena aku sangat yakin dengan dirinya. Bahwa dia adalah pria terakhir dalam hidupku setelah sekian lama aku mencari pria idamanku.

Dia sangat keras, gampang emosi, kalo ngomong sering menyakitkan…………… tapi aku gak pernah bisa memasukkan itu semua ke dalam hatiku. semua itu melintas begitu saja. aku bisa memahami semuanya bahkan aku sangat senang dengan sikapnya itu. Jujur aja, aku belum pernah sepatuh ini dengan orang lain. aku selalu jujur dengannya. apa yang aku lakukan dan yang terjadi di hatku selalu itu pula yang aku ungkapkan padanya. dan sepertinya kebahagiaan memang tengah ada dan selalu mengiringi kami.

Aku bahagia disaat dia membeli camera yang bisa dipakai disaat chat. disaat dia akan menunjukkan face-nya padaku, aku sempet takut……takut kalo ternyata dia jelek.tapi…………….ternyata dia begitu dan benar2 menarik buat hatiku. gak tahu kenapa saat itu bahagia kerap menyelimuti hatiku. teman2 kerjaku hanya bisa mengejek aku karena aku berpacaran dengan seseorang yang belunm nyata adanya. tapi aku gak pernah pedulikan itu, karena aku yakin Aa itu nyata.

Pertama kali bertemu dengannya………….aku deg2an banget. sempat ada pria sukses menggodaku disaat kami sedang sama2 menunggu di bandara. dia tanya no. HP aku, memang aku beri tapi tidak ada sedikitpun dihatiku menaruh simpati padanya. aku beri karena terpaksa, dia melihat aku pegang HP.
Saat aku menunggunya, aku gelisah banget.abisnya lama banget. aku sempet takut, dia akan lari or malah gak akan menerimaku. Tiba2 saja dia datang menghampiriku dengan mengambil tasku. aku sempat terkejut dan hampir menjerit “copet” tapi setelah melihatnya aku langsung memeluknya. kebahagiaan dan tawa terus hadir, padahal jauh dilubuk hatiku aku merasa bingung dengan apa yang aku lakukan. karena sungguh aku bahagia bercampur bingung dengan dirinya.

Kami langsung menuju hotel. dia memeluk aku, menciumku, dan kamipun bercumbu.aku bahagia banget. saat itu yang ada dihatiku hanyalah “ini suamiku bukan pacarku”. makanya aku benar2 menikmati perlakuannya padaku. Dia aku kenalkan dengan sahabat2ku dan juga ortuku.

aku bahagiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget

Tapi kebahagiaan kami diuji dengan kehadiran pria lain. Ortuku memaksaku utk menikah dengan pria yang tidak aku cintai. Ibuku memaksaku utk mencoba mencintainya dan melupakan O. Shomantri. tapi tetap saja gak bisa……….
…………………………………………………………………………………………………
……………………………………be continue…………………………………………….
……………………Maaf, Dzakwan sudah terbangun dan menangis………………

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s