Teknik Pengkabelan

1. Teknik Pengkabelan

1.1. Cabling

1.1.1. Pendahuluan

Untuk melakukan komunikasi antar 2 komputer atau lebih diperlukan suatu media, antara lain : cable (kabel), gelombang microwave dan gelombang radio. Yang banyak disukai adalah media kabel, karena paling murah dan mudah pemasangannya. Ada beberapa media cable (kabel), yaitu kabel koaksial (Coaxial Cable), dan kabel UTP (unshielded twisted pair). Masing−masing komputer akan terhubung dengan menggunakan kartu jaringan atau NIC (Network Interface Card) yang di pasaran disebut Ethernet Card atau LAN Card.

Penghubung NIC dengan media fisiknya menggunakan Connector. Connector kabel UTP dengan kabel Coaxial berbeda. Hub berisi beberapa port sebagai tempat untuk menggabungkan beberapa komputer dalam satu jaringan. Hub juga bisa disebut sebagai repeater karena pada umumnya hub bisa memperkuat sinyal jaringan.

 

1.1.2. Kabel Coaxial

Secara fisik, kabel ini berbentuk persis seperti kabel antena televisi. Kabel ini mempunyai satu inti utama, dan dibungkus oleh serabut kawat. Ada 2 jenis kabel coaxial yang bisa dipakai yang akan diterangkan pada bagian setelah ini.

 

1.1.2.1. Kabel Thinnet (Kabel RG−58 )

Kabel Coaxial Thinnet atau Kabel RG−58 biasa disebut dengan kabel BNC, singkatan dari British Naval

Connector. Sebenarnya BNC adalah nama konektor yang dipakai, bukan nama kabelnya.

Kelebihan menggunakan kabel RG−58 adalah :

Fleksibel, mudah dipakai untuk instalasi dalam ruangan.

Dapat langsung dihubungkan ke komputer menggunakan konektor BNC. Spesifikasi teknis dari kabel ini adalah :

Mampu menjangkau bentangan maksimum 185 meter.

Impedansi Terminator 50 Ohm.

Mempunyai kecepatan transfer data 10Mbps.

 

 

1.1.2.2. Kabel Coaxial Thicknet (Kabel RG−8)

 

Kabel Coaxial Thicknet atau Kabel RG−8 adalah kabel coaxial yang dipakai untuk instalasi antar gedung, Spesifikasi kabel ini sama dengan dengan Kabel Coaxial Thinnet, hanya bentuk fisiknya lebih besar. Karena lebih besar, kabel ini dapat menampung data yang lebih banyak sehingga cocok untuk instalasi sebagai backbone jaringan.

 

Spesifikasi Teknis dari kabel ini adalah :

Mampu menjangkau bentangan maksimum 500 meter.

Impedansi terminator 50 Ohm.

Membutuhkan Transceiver sebelum dihubungkan dengan komputer.

 

 

Supaya komputer dapat terhubung ke jaringan thicknet, diperlukan transceiver. Koneksi antara LAN Card dengan transceiver dibuat dengan menggunakan drop cable untuk menghubungkan Transceiver dengan Attachment Unit Interface (AUI) pada LAN Card. Interface dari AUI berbentuk DB−15.

Perbedaan antara Thicknet dengan thinnet, instalasi kabel thicknet jauh lebih sulit karena sifatnya tidak fleksibel. Tetapi melihat kapasitas data dan jarak yang bisa dijangkau, kabel ini masih menjadi favorit sebagai

penghubung antar gedung.

 

 

 

 

 

 

 

1.1.2.3. Konektor

Agar kabel ini dapat bekerja dengan baik dibutuhkan beberapa konektor untuk dapat menyambungkannya.

Berikut adalah beberapa jenis konektor yang sering dipakai beserta kegunaannya.

1. BNC Cable Connector: Untuk menghubungkan kabel ke T konektor.

2. BNC T konektor: Untuk menghubungkan kabel ke komputer.

3. BNC Barrel konektor: Untuk menyambung 2 kabel BNC.

4. BNC Terminator: Untuk menandai akhir dari topologi bus.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.1.3. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)

Selain Coaxial terdapat pula kabel Unshielded Twisted Pairs(UTP). Pada dasarnya UTP adalah kabel yang terdiri dari 2 kabel tembaga terbungkus insulasi yang dipelintir menjadi satu.

Spesifikasi teknis dari UTP adalah :

· Jarak terjauh 200 meter.

· Dihubungkan dengan konektor RJ−45.

·   Mempunyai 6 kategori yaitu:

1. Kategori 1

Menggunakan konduktor padat standart AWG sebanyak 22 atau 24 dengan range impedansi yang lebar. Digunakan pada koneksi telepon dan tidak direkomendasikan untuk transmisi

data.

2. Kategori 2

Seperti kabel pada kategori 1, tanpa range impedansi yang spesifik. Sering digunakan pada sistem PBX dan sistem alarm. Transmisi data T1/E1 dan ISDN menggunakan kabel kategori2, dengan bandwidth maksimum 1 Mhz.

3. Kategori 3

Sering disebut kabel voice grade, menggunakan konduktor padat sebanyak 22 atau 24 dengan impedansi 100Ohm dan berfungsi hingga 16 Mhz. dapat digunakan untuk jaringan 10Base−T  dan Token Ring 4 Mbps.

4. Kategori 4

Seperti kategori 3, namun digunakan dengan bandwidth 20 Mhz. Diterapkan pada jaringan Token Ring 16 Mbps.

5. Kategori 5

Juga disebut data grade, merupakan kabel UTP terbaik. Bekerja dengan bandwidth 100 Mbps. Digunakan pada jaringan 100BaseTX. Panjang kabel maksimum dari komputer ke hub adalah sekitar 180 meter. Dari 4 pasang kabel hanya 2 pasang yang dipakai.

6. Kategori 6

Seperti pada kategori 5, namun menggunakan seluruh kabel yang ada (4 pasang) dan dapat digunakan pada Gigabit Ethernet 1000 Mbps.

 

Konektor standar untuk jaringan dengan kabel UTP adalah konektor RJ−45 (8 pin) dan konektor telco 50 pin seperti yang digunakan pada sistem telepon.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.1.4. Cabling (Penggunaan Cripping Tools)

 

Alat−alat yang dipergunakan antara lain:

1. Crimper digunakan untuk menggabungkan konektor dengan kabel (cripping).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Oranye Putih

2. Oranye

3. Hijau Putih

4. Biru

5. Biru Putih

6. Hijau

7. Coklat Putih

8. Coklat

 

Yang menjadi perhatian dalam cripping adalah urutan nomor kabelnya bukan warna kabelnya, sehingga urutan warna tidak menjadi masalah selama aturan penomoran dipatuhi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sesuai gambar diatas, ada perbedaan ujung kabel :

· Untuk kabel Straight kedua ujungnya mempunyai urutan yang sama.

Untuk kabel Crossover kedua ujungnya berbeda yaitu no 1 tukar dengan no 2, dan no 3 tukar dengan no 6

· Secara umum kabel straight digunakan pada kabel yang menghubungkan komputer dengan hub (tidak sejenis), sedangkan pemasangan kabel dengan crossover digunakan pada antar komputer secara langsung juga pada hub dengan hub (sejenis).

Pengcrossan kabel dilakukan agar Transmitter (+) dapat masuk ke Receiver (+), Transmitter (−) dapat masuk ke Receiver (−) demikian sebaliknya. Sedangkan pada koneksi komputer dengan hub sudah terdapat mekanisme untuk mengcross secara otomatis sehingga crossover pada kabel tidak diperlukan.

 

Langkah−langkah cripping :

1. Potong kabel yang panjangnya sesuai yang diperlukan.

2. Kupas pembungkus kabel menggunakan pisau atau stripper. Crimper juga bisa digunakan untuk mengupas pembungkus kabel, lalu urutkan warna kabel.

3. Ukuran kabel dari pembungkusnya tidak lebih dari 1/2 inchi. Hal ini untuk mencegah kelebihan kabel setelah dicripping.

 

4. Masukkan kabel kedalam konektor sesuai urutan, lalu dicripping untuk menyatukan konektor dengan kabel.

 

 

 

 

 

Selamat Mencoba…….

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s