Keutamaan Shalat Jum’at

Dalil-dalil tentang Shalat Jum’at : 1. Al Jumu’at – 9 ” Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” 2. Hadits-hadits Rasul “Barangsiapa bersholawat untukmu delapan puluh kali pada hari Jum’at, maka diampuni dosa-dosanya selama delapan puluh tahun” “Perbanyaklah kamu bersholawat untukku pada hari Jum’at, karena hari Jum’at itu hari yang disaksikan; yang menyaksikan ialah para malaikat. Dan tidak seorangpun yang bersholawat kepadaku, kecuali dalam sholawatnya itu dibawa kehadapanku, sehingga dia selesaikan sholawatnya itu”. “Barang siapa meninggalkan shalat Jum’at tanpa Udzur, maka hendaklah ia bersedekah sau dinar, kalau tidak ada maka setengah dinar; dan barang siapa meninggalkan shalat jum’at tiga kali berturut-turut, maka kesaksiannya tidak diterima.” “Barangsiapa mandi di hari Jum’at, maka dihapuskanlah daripadanya dosa-dosanya; dan apabila berjalan menuju shalat Jum’at maka dari tiap langkahnya Allah Ta’ala menulis baginya pahala ibadah selamat dua puluh tahun; maka apabila iapun bersembahyang Jum’at, maka ia diberi pahala amal selama dua ratus tahun”. “Sesungguhnya melakukan shalat Jum’at adalah lebih aku sukai daripada beribadah haji yang sunnah” [ dari Sa’id bin Al Musayib ] Diriwayatkan bahwasnnya Allah Ta’ala telah menciptakan sebuah menara dari perak putih di sisi Baitul Ma’mur. Panjang menara itu sejauh perjalanan lima ratus tahun. Maka apabila tiba hari Jum’at, naiklah Jibril as ke atas menara tersebut lalu menyerukan Adzan, sedang Israfil as naik ke atas mimbar lalu berkhutbah, adapun Mika’il as memimpin shalat para malaikat. Setelah mereka selesai dari shalatnya, berkatalah Jibril as :” Pahala yang aku peroleh dari Adzan, aku berikan kepada segenap para muadzdzin kaum mu’minin dari umat Muhammad SAW. Lalu Isrofil as berkata pula : “Pahala yang aku peroleh dari berkhutbah ini aku berikan kepada segenap para Khatib dari umat Muhammad SAW. dan Mikail as berseru pula :” Pahala yang aku peroleh dari menjadi Imam, aku berikan kepada segenap mereka yang menjadi Imam pada hari Jum’at dari kaum Muhammad SAW di atas permukaan bumi. Adapun seluruh malaikat-malaikat lainnya berkata : “Pahala yang kami peroleh karena berjamaah, kami berikan kepada segenap orang yang bersembahyang Jum’at di belakang Imam.” Maka Allah Ta’ala berfirman : “Wahai malaikat-malaikatKU, apakah kamu sekalian menampakkan suatu kedermawanan di sisiKU? Demi keperkasaanKU dan KeagunganKU, sesungguhnya pada hari ini telah AKU ampuni siapapun diantara hamba-hambaKU yang bersembahyang Jum’at kerena mematuhi perintahKU dan menuruti kekasihKU Muhammad.” [ Zubdatul Waa’izhiin ]

Rasulullah SAW bersabda : ” Jibril as, telah datang kepadaku sedang pada telapak tangannya terdapat sebuah cermin putih. Kata Jibril: Hari ini hari Jum’at, Tuhanmu membawanya ke hadapan engkau agar ia menjadi hari raya bagimu dan bagi umatmu sesudah engkau. dan ditengah cermin tersebut ada sebuah titik, saya bertanya “Titik apakah itu ya Jibril?” Maka Jawab Jibril : “Titik ini adalah suatu saat diantara dua puluh empat jam, maka barang siapa berdo’a kepada Allah Ta’ala pada saat itu, maka Allah akan memperkenankan do’anya, hari itu adalah tuannya hari-hari yang lain”.

Diriwayatkan pada saat terjadinya percakapan antara Musa dengan Allah, Allah Ta’ala berfirman : “Hai Musa, untukmu hari sabtu, Untuk Isa hari Ahad, untuk Al Khalil Ibrahim hari Senin, Untuk Zakaria hari Selasam Untuk Yahya hari Rabu, Untuk Adam hari Kamis, dan Untuk Muhammad SAW beserta ummatnya hari Jum’at”.

Nabi bersabda :” Barangsiapa berangkat untuk shalat Jum’at pada saat yang pertama, maka seolah-olah ia telah berkurban seekor unta; dan barangsiapa berangkat pada saat yang kedua, maka seolah-olah ia telah berkurban seekor lembu; dan barangsiapa berangkat pada saat yang ketiga, maka seolah-olah ia telah berkurban seekor domba; dan barangsiapa berangkat pada saat keempat, maka seolah-olah ia telah berkurbanseekor ayam; dan barangsiapa berangkat pada saat kelima, maka seolah-olah ia telah berkurban sebutir telur. maka manakala imam telah keluar menuju mimbar, dilipatlah lembaran-lembaran amalan dan pena pun telah diangkat, dan para malaikat lalu berkumpul di sisi mimbar mendengarkan khutbah, maka barangsiapa yang datang sesudah itu, seolah-olah ia datang untuk memenuhi kewajiban shalat saja.”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s